Showing posts with label Praha. Show all posts
Showing posts with label Praha. Show all posts

Sunday, June 14, 2020

[Franz Kafka di Praha] Sebuah Pengantar

Sigit Susanto

Tulisan berikut berdasarkan perjalanan saya dan istri ke negeri republik Ceko selama empat hari (11-14 Agustus 2001). Hari pertama, kami mengunjungi ibu kota Praha di gang Golden Rumah Ottla, adik kandung Kafka. Hari kedua, kami berziarah ke Kuburan Yahudi di Zizkov sebagai peristirahatan Kafka yang terakhir. Sore hari kami mengunjungi Rumah Kelahiran Kafka di gang Karpfer/Maiselova.

[Franz Kafka di Praha] Litera-Tour di Praha

Sigit Susanto

Hari Pertama:
Setelah tiba di Praha, kami lekas menaruh kopor di tempat penitipan barang, karena hotel kami ada diluar kota, maka kami akan manfaatkan sehari itu untuk jalan-jalan di tengah kota lama. Stasiun kereta api di ibu kota Praha itu, sangat sepi untuk ukuran sebuah stasiun kereta api ibu kota negara. Stasiun Gambir masih lebih rame, namun bangunan stasiun kereta api di Praha itu sangat tua, tampak beberapa orang membuntuti sambil menawarkan jasa untuk menukar mata uang asing dengan Krone (mata uang Ceko),

[Franz Kafka di Praha] Ahoi, Praha

Sigit Susanto 

Ahoi adalah bahasa Ceko yang berarti "Apa Khabar". Praha adalah ibukota negeri Ceko. Penduduk di Praha sekitar: 1,22 juta jiwa. 95% adalah sebagai bangsa Ceko, sisanya adalah bangsa Slovakia, Jerman, Yahudi, Hongaria dan Polandia. Praha memiliki sekitar 1200 obyek sejarah yang menarik bagi wisatawan. Sekitar 50% gedung-gedung itu di bangun sejak abad 18 dan 19, beberapa bangunan bahkan lebih awal lagi hingga mendekati era romantik. Banyak gedung-gedung kuno yang mendapat perlindungan dari UNESCO sebagai bukti warisan budaya dunia. Sejak tahun 1989, pertumbuhan ekonomi Ceko makin meningkat drastis, meskipun pada pertengahan tahun 90-an mengalami krisis ekonomi yang sampai sekarang belum selesai. Ceko juga sedang merencanakan untuk masuk anggota EU (Eropa Union) paling lambat tahun 2005. Praha menjadi pusat kunjungan wisatawan yang setahunnya bisa datang sekitar 3 Juta wisatawan.

[Franz Kafka di Praha] Sejarah dan Politik

Sigit Susanto

Sejarah bangsa Cekoslowakia berawal sejak abad ke 4 SM. Banyak pendatang dari suku Boiern, dalam bahasa Latin "Bohemia", ke dalam bahasa Jerman menjadi "Böhmen". Pada abad ke 9, atas keinginan raja bangsa Slawia ini tidak lagi menggunakan nama Bohemia, namun nama "negara-negara Ceko" yang meliputi wilayah; Böhmen, Mähren, dan Schlesien. Abad ke 12 mulai dibenahi perekonomian negara.

[Franz Kafka di Praha] Sastra di Warung Kopi

Sigit Susanto

Dalam kunjungan saya di Praha, di sana hidup orang Ceko, Jerman dan Yahudi saling bergandengan, tanpa saling menginjak jari kakinya. Mungkin mereka tidak saling memahami bahasanya, namun bukankah di pohon yang besar itu juga terdiri dari Burung yang tak mengerti bahasa Tupai, juga tak mengerti bahasa Tikus yang mendekam di akar pohon, tapi mereka hidup saling berkecukupan. (Oskar Kokoschka).

[Franz Kafka di Praha] Riwayat Hidup Franz Kafka

Sigit Susanto

1. Asal Mula
Nenek moyang dan orang tua Kafka berasal dari pedesaan di negeri Ceko. Di desa itu hanya terdapat sedikit warga Yahudi, mereka mendirikan kelompok agama, kelompok antar warga Yahudi, juga didirikan sekolah swasta yang menggunakan bahasa Jerman. Karena terjadi desakan dari kelompok nasionalis bangsa Ceko terhadap pendatang Yahudi, sehingga mereka banyak yang harus melarikan diri ke ibu kota Praha. Di pemukiman baru di ibu kota itu, makin cepat berkembang dan berpisah dengan kelompok bangsa lain yang berasal dari Jerman.

[Franz Kafka di Praha] Analisa dan Kritik

(foto pixabay.com, Patung Monumen Franz Kafka Praha)
Sigit Susanto

Beberapa Karya Franz Kafka di Praha

Sigit Susanto

1. "Buku Harian Perjalanan" (Reisetagebücher)
Kafka sering melakukan perjalanan wisata bersama Brod yang dibagi dalam empat tahap:

a. Januari/Februari 1911 ke Friedland, Ceko.
Kafka mengunjungi Puri Friedland. Hotel di Friedland. Papannya besar. Mengingatkan saya pada Yesus yang disalip, yang mungkin tak sesungguhnya. Tak ada kertas toilet, badai salju menerjang masuk dari bawah. Saya termasuk tamu lama satu-satunya. Kebanyakan tamu-tamu itu merayakan perkawinannya di hotel.