Monday, February 15, 2021

Di Balik Nama Kafka dan Katarina

Sigit Susanto

Bukan di Praha, juga bukan di Berlin, tapi di kota kecil Boja dan Limbangan, Kendal, Jawa Tengah.

Sekitar tahun 2005 di warung remang di depan Taman Ismail Marzuki di Jakarta, nongkrong beberapa teman penyuka sastra dari komunitas Apresiasi-Sastra (APSAS). Mereka memintaku bercerita tentang pengalamanku mengikuti Reading Group novel Ulysses di Yayasan James Joyce di Zürich, Switzerland, sekaligus bercerita tentang ziarahku ke makam Franz Kafka di Praha.

Sunday, January 31, 2021

Lima Pacar Franz Kafka

Sigit Susanto
 
Hubungan Franz Kafka dengan beberapa perempuan dianggap sangat sulit. Meskipun ia tak mampu menjalin hubungan dengan perempuan sangat lama, tetapi ia pernah bertunangan tiga kali dan dibatalkan dalam waktu yang singkat.

Tuesday, October 27, 2020

Seperti Apa Anak Semacam Kafka itu?

(Sebuah tanya jawab dengan Reiner Stach, penulis biografi Franz Kafka)
Penerjemah: Sigit Susanto
 
Penanya:
Masa kecil Kafka tanpa punya teman, dan lebih banyak tekanan dari ayahnya. Bagaimana Kafka mengubah masa kecil yang sulit ke dalam kekuatan sastra ?
Reiner Stach :
Pada buku Gullivers Reisen karya Swift ada ironi: Orang tua setidaknya di antara banyak manusia yang mendidik kepercayaan anak-anaknya. Quote itu Kafka tulis pada surat pada adiknya Elli.

Novel: Kafka dan Felice No Happy-End

Unda Hörner
Penerjemah: Sigit Susanto
 
Biarkah saja, toh Kafka tak akan kawin dengan kamu! Orang itu meramal Felice. Cinta itu berkembang antara pengarang yang belum terkenal di Praha dengan seorang perempuan dari Berlin. Kafka mengirimkan ke Felice lebih dari 350 surat dan sekitar 150 kartu pos.